Skip to content

Mengasah Jiwa Entrepreneur Melalui Kehidupan Desa: Live In Sekolah Entrepreneur Tohaga di Pamijahan, Bogor

sekolahentrepeneurtohaga – Pada tanggal 5 – 10 April 2026, Sekolah Entrepeneur Tohaga menyelenggarakan kegiatan live in yang penuh makna di kawasan Pamijahan, Bogor.

Selama enam hari, para siswa tidak hanya belajar di luar kelas, tetapi juga merasakan langsung kehidupan masyarakat desa, membangun kemandirian, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis pengalaman nyata.

Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran kontekstual, dimana siswa diajak untuk hidup sederhana, beradaptasi dengan lingkungan baru, serta menjalin interaksi sosial dengan masyarakat setempat.

Hari pertama dimulai dengan perjalanan menuju desa. Perjalanan dimulai dengan penuh antusias menuju desa lokasi live in. Setibanya di lokasi, siswa berkenalan dengan keluarga angkat dan lingkungan sekitar.

Momen ini menjadi awal pembelajaran tentang adaptasi, etika bertamu, serta memahami kehidupan masyarakat desa secara langsung.

Hari kedua diisi dengan kegiatan praktik membuat makanan tradisional, yaitu rengginang manis. Siswa belajar proses produksi, sekaligus memahami potensi usaha berbasis pangan lokal.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan ke sawah untuk belajar bertani. Di sini, siswa mengenal proses bercocok tanam, mulai dari pengolahan tanah hingga perawatan tanaman, sekaligus menghargai kerja keras para petani.

 

 

Pada hari ketiga, siswa mengunjungi tempat budidaya ikan. Mereka belajar tentang pengelolaan usaha perikanan, mulai dari pembibitan hingga panen.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke penggilingan padi, memberikan wawasan tentang proses distribusi hasil pertanian menjadi produk siap konsumsi. Ini menjadi pembelajaran penting dalam rantai nilai (value chain) dalam dunia usaha.

Hari keempat menjadi pengalaman unik ketika siswa turun ke sawah untuk mencari tutut (keong sawah). Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memperkenalkan potensi ekonomi dari sumber daya alam lokal.

Pada sore harinya, siswa mengikuti sesi sharing tentang bisnis di lingkungan pondok pesantren. Diskusi ini membuka wawasan tentang bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat berjalan seiring dengan semangat kewirausahaan.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan trekking menuju Curug Walet pada hari kelima. Perjalanan ini melatih ketahanan fisik, kerja sama tim, serta kepedulian terhadap alam.

Keindahan alam yang disuguhkan menjadi refleksi penting tentang keseimbangan antara manusia dan lingkungan.

Hari terakhir diisi dengan perpisahan bersama keluarga angkat dan masyarakat desa. Suasana haru menyelimuti momen ini, menandakan adanya ikatan emosional yang terbangun selama kegiatan.

Perjalanan pulang menjadi waktu refleksi atas berbagai pengalaman berharga yang telah dilalui.

Melalui kegiatan live in ini, siswa Sekolah Entrepeneur Tohaga tidak hanya belajar tentang kewirausahaan secara teori, tetapi juga mengalaminya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Mereka belajar hidup sederhana, menghargai proses, memahami budaya lokal, serta membangun kemampuan bersosialisasi.

Pengalaman ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang mandiri, adaptif, dan memiliki kepedulian sosial tinggi, yaitu nilai-nilai penting bagi seorang entrepreneur masa depan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran terbaik tidak selalu terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman hidup yang nyata dan bermakna.

 

Penulis : Syahidah Mutmainah

Editor  : Ali Sabarudin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *