Bukan Sekedar Bertahan, Tapi Memimpin: Leadership Camp Sekolah Entrepreneur Tohaga Tempa Kerja Sama Tim di Gunung Pangrango
Hari Pertama: Membangun Fondasi Tim dan Mental Tangguh
Perjalanan dimulai dari basecamp di kaki Gunung Pangrango. Seusai pembukaan yang di pimpin oleh salah satu alumni wanadri, para siswa dibagi ke dalam kelompok kecil dan langsung mendaki menuju area perkemahan. Jalur terjal berbalut hutan rapat sengaja dipilih untuk menempa Resilience ketangguhan mental sejak langkah pertama. Sesampainya di lokasi, tenda-tenda didirikan dengan semangat gotong royong. Satu aturan sederhana diterapkan: tak seorang pun beristirahat sebelum semua tenda berdiri.
Malam harinya, sesi “Who is a Leader?” membongkar mitos lama bahwa pemimpin harus selalu di depan. Fasilitator Ali sabarudin menekankan bahwa entrepreneur sejati adalah pemimpin yang mengedepankan Integrity kejujuran pada diri sendiri dan tim serta keberanian mengambil keputusan dalam keterbatasan.
Hari Kedua: Simulasi Bisnis, Solidaritas, dan Malam Refleksi
Hari kedua menjadi puncak kegiatan. Dalam sesi “Jungle Entrepreneurship” , setiap tim ditantang menciptakan produk sederhana dari sumber daya di alam sekitar, lalu mempresentasikannya di hadapan mentor dan fasilitator. Di sinilah Solidarity diuji: mereka harus membagi peran, mendengarkan ide terliar, dan merangkul anggota yang mulai kehabisan tenaga. Sorak sorai mewarnai sesi ini, namun setiap peserta merasakan tekanan yang otentik, seolah menjalani dinamika bisnis sungguhan.
Malam harinya, seluruh siswa mengikuti malam renungan di bawah langit Gunung Pangrango. Momen ini menjadi ruang sunyi untuk merefleksikan perjalanan pribadi, saling menguatkan, dan mengikrarkan komitmen menjadi pemimpin yang mengangkat sesama sebuah wujud nyata dari Empowerment.
Hari Ketiga: Turun Gunung dengan RISE di Dalam Diri
Di hari terakhir, sebelum turun gunung, para siswa menggelar aksi “Bersih Gunung” sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Prinsip Leave No Trace diterapkan dengan penuh kesadaran: setiap sudut area perkemahan kembali bersih, sebuah pekerjaan yang hanya bisa tuntas jika kebersamaan dijunjung tinggi.
Sesi penutupan diisi dengan pengumuman kelompok terbaik dan pembacaan komitmen siswa. Perwakilan guru menegaskan bahwa gunung adalah miniatur kerasnya persaingan masa depan, dan para siswa telah menjalani proses RISE bangkit, memperkuat diri, dan saling memberdayakan. Salah satu siswa berbagi, “Saya baru sadar, leadership itu bukan soal menjadi yang paling depan, tapi bagaimana saya bisa membantu teman-teman saya mencapai puncak bersama.”
Entrepreneur Muda yang Siap Berkontribusi
Pendekatan experiential learning seperti ini sejalan dengan filosofi SET yang diungkapkan Penanggung Jawab SMA Youth Centre Tohaga, Ade Rasyid Salim, bahwa “kami melihat pentingnya kurikulum life skill atau kemampuan kemandirian. Supaya ketika lulus, mereka tidak bergantung sepenuhnya pada perusahaan atau bahkan ASN”. Dalam artikel Sunda Urang (26/4/2026),
Ade Rasyid Salim kembali menekankan: “Justru dengan konsep ini,
kami mengajak masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor untuk bergabung. Kita ingin melahirkan generasi yang punya kreasi, inovasi, serta kemandirian”.
Kegiatan RISE Together di Gunung Pangrango menjadi bukti bahwa alam adalah panggung yang sempurna untuk belajar memimpin dengan hati. Dengan memadukan tantangan fisik, simulasi bisnis, dan refleksi kepemimpinan, Sekolah Entrepreneur Tohaga telah membekali para siswanya menjadi pemimpin yang tangguh (Resilience), berintegritas (Integrity), solid (Solidarity), dan mampu saling memberdayakan (Empowerment).
Penulis : Ali Sabarudin
Editor : Syahidah Mutmainah
Sumber:
Radar Bogor, “Lewat Kegiatan Open Mind, SMA Youth Centre Tohaga Kenalkan Konsep Belajar Entrepreneur”, 26 April 2026.
Sunda Urang, “SMA Youth Centre Tohaga Bogor, Kenalkan Konsep Pendidikan Berbasis Kewirausahaan”, 26 April 2026.
Mounture.com, “Estimasi Waktu Pendakian Gunung Gede via Putri, Jalur Singkat Menuju Surya Kencana”, 6 Maret 2026.
Kabariku.com, “SMA IT Al-Ikhlas Cianjur Gelar Leadership & Social Skill Camp di Kaki Gunung Gede Pangrango”, 26 Februari 2025.


